Standar Sphere

Artikelon Januari 18, 2022

Proyek Sphere– atau “Sphere” – diawali pada tahun 1997 oleh sekelompok organisasi non pemerintah, Gerakan Palang Merah, dan Bulan Sabit Merah Internasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas tindakan-tindakan mereka selama respons bencana dan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan.

Mereka mendasarkan falsafah Sphere pada dua keyakinan utama: pertama, bahwa mereka yang terdampak bencana atau konflik mempunyai hak untuk hidup bermartabat dan, oleh karenanya, mempunyai hak untuk mendapatkan bantuan; dan kedua, bahwa sedapat mungkin harus diambil upaya untuk 15 meringankan penderitaan manusia yang diakibatkan bencana atau konflik. 

Buku pegangan Sphere berisi:

  • Piagam Kemanusiaan; prinsip-prinsip hukum dan moral yang menggambarkan hak-hak penduduk yang terkena bencana
  • Prinsip-prinsip perlindungan
  • Standar-Standar Inti dan standar-standar minimum pada empat sektor kemanusiaan utama yang menyelamatkan hidup: Pasokan air, Sanitasi dan promosi kebersihan; Ketahanan pangan dan gizi; hunian, permukiman dan bantuan non-pangan; Layanan Kesehatan. Standar-standar ini menggambarkan apa yang perlu dicapai oleh suatu aksi kemanusiaan agar penduduk terkena bencana dapat bertahan hidup dan pulih dalam kondisi yang stabil dan dengan bermartabat. 

RedR Indonesia sendiri aktif dalam mempromosikan dan mengadvokasi penerapan standar Sphere sesuai dengan kebutuhan kemanusiaan di Indonesia. 

“Berbuat baik saja tidak cukup, harus mengikuti kaidah dan prinsip-prinsip tertentu yang dituangkan dalam peraturan serta kebijakan. Bukan untuk membatasi namun untuk melakukan kebaikan dengan cara terbaik”

Tri Budiardjo, Direktur RedR Indonesia

Download Buku Panduan Sphere Bahasa Inggris edisi tahun 2018

Download Buku Panduan Sphere Bahasa Indonesia edisi tahun 2011

Download CPMS Handbook 2019 edisi tahun 2011