Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran di RedR Indonesia

Artikelon September 8, 2022

RedR Indonesia berkomitmen untuk selalu meningkatkan kapasitasnya dalam melaksanakan kerja/program kemanusiaan di seluruh dunia. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas para staff dalam penanganan respon kejadian bencana yang mungkin terjadi di lingkungan kerja. Kebakaran adalah salah satu bencana yang sangat umum dan banyak terjadi di lingkungan kerja.

Kebakaran dapat terjadi akibat kelalaian manusia, namun bisa juga disebabkan oleh reaksi alam itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri kejadian kebakaran di D.I.Yogyakarta telah menyebabkan banyak sekali dampak seperti kerusakan fasilitas umum, rumah rusak ringan, rumah rusak sedang, rumah rusak berat, kerusakan tempat usaha, fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah, kandang ternak, kerusakan motor, mobil, pick up dan sepeda, bahkan juga memakan korban jiwa.

Berdasarkan data dari Pusdalops PB BPBD DIY per 15 Desember 2021, kejadian kebakaran tahun 2021 mencatat 151 kejadian dan juga 17 kejadian kebakaran hutan/lahan, dengan catatan nominal kerugian sebesar Rp 13.935.525.000,-. Kejadian kebakaran di D.I.Yogyakarta paling banyak terjadi pada bulan Mei sejumlah 23 kejadian diantaranya di Bantul 13 kejadian, Gunung Kidul 4 kejadian, Kulon Progo 3 kejadian, dan Yogyakarta 3. Penyebab kebakaran yang tercatat diakibatkan karena kebocoran gas, korsleting listrik, proses memasak, korsleting mesin, pembakaran sampah, dan perapian kandang.

Asap yang ditimbulkan dari kebakaran juga menjadi polusi udara yang dapat mengganggu pernafasan dan menyebabkan penyakit seperti ISPA, Asma, dan penyakit paru-paru lainnya. Oleh karena itu masyarakat perlu berperan dalam upaya mitigasi bencana kebakaran dan kebakaran hutan/lahan dengan melakukan kebiasaan kecil yang memberikan pengaruh besar terhadap penanggulangan bencana kebakaran seperti mencabut alat elektronik yang tidak digunakan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, tidak sembarangan melakukan pembakaran, periksa listrik jangan sampai terjadi korsleting, menjauhkan benda yang mudah terbakar dari panas serta mengawasi penggunaan kompor dan gas.

Meskipun telah berhati-hati, tidak menutup kemungkinan kebakaran tetap bisa terjadi sewaktu-waktu. Bekerja sama dengan para professional dari Damkar, para staff RedR Indonesia dibekali pelatihan dan simulai bagaimana menangani kebakaran ringan agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang sangat besar. Simulasi penanganan dilakukan dengan menggunakan kain basah maupun Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serbuk kimia maupun karbondioksida.

Simulasi pemadaman kebakaran ringan menggunakan APAR

Agar mempermudah dalam mengingat proses ataupun cara penggunaan APAR, umumnya menggunakan singkatan T.A.T.A. yaitu: TARIK pin pengaman (Safety Pin), ARAHKAN Nozzle atau pangkal selang ke sumber, TEKAN pemicu untuk menyemprot, dan AYUNKAN ke seluruh sumber api di area kebakaran.

Upaya menyelamatkan diri dari kebakaran juga sangat di perlukan, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri dari kebakaran yaitu memperhatikan jalur evakuasi menuju titik kumpul, menutup hidung dengan kain yang basah untuk menghindari asap kebakaran, segera keluar dari pintu terdekat ataupun melalui tangga darurat dan jendela, apabila terjebak api/ingin menyelamatkan orang gunakan selimut yang sudah dibasahi agar badan aman dan yang terakhir jangan kemasi barang-barang, namun selamatkan diri terlebih dahulu.

Simulasi pemadaman kebakaran ringan menggunakan kain basah
Kain basah harus melindungi kita dari bahaya api

Penilaian risiko kebakaran juga wajib dirancang untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya bencana kebakaran. Dengan melakukan identifiksi bahaya dan memperhatikan struktur bangunan, tata letak, dan penggunaan bahan baku material, apakah berpotensi menyebabkan kebakaran atau tidak. Dengan melakukan penilaian risiko kebakaran, serta perencanaan pencegahan berarti sudah menyelamatkan milyaran rupiah dan nyawa manusia. Yuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dari bencana kebakaran !!

Video dokumentasi