Pelatihan Dasar Kerja Kemanusiaan dalam Situasi Bencana

RedR Trainingon February 16, 2021

RedR Indonesia selalu berkomitmen untuk memperluas dampaknya. Bekerja sama dengan RedR Australia didukung oleh program SIAP SIAGA yang dikelola oleh Palladium dan didanai oleh Pemerintah Australia, RedR Indonesia memberikan pelatihan dan pembekalan dasar secara online kepada mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia melalui Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA). CIMSA sendiri adalah organisasi non-profit dan non-pemerintah yang memberdayakan mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia untuk mencapai standar kesehatan dan kualitas edukasi kesehatan yang lebih tinggi demi tercapainya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. 

Pada kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mempelajari konsep bencana, penggolongan bencana, serta perubahan paradigma penanggulangan bencana yang tidak responsif. Selain itu dipaparkan juga bagaimana mengedepankan langkah-langkah terstruktur dan strategis dalam suatu manajemen bencana baik pada siklus pra, pada saat, dan pasca bencana yang memperhatikan seluruh komponen masyarakat termasuk disabilitas sebagai isu lintas sektor yang  perlu diperhatikan dalam setiap siklus manajemen bencana.  

Kegiatan ini turut menghadirkan teman-teman disabilitas sehingga peserta bisa mendengar langsung pengalaman mereka saat terjadi bencana. Di antaranya ada Kuni Fatonah (penyandang hambatan mobilitas), Hastu Wijayasri (penyandang hambatan pendengaran), dan Ujang Kamaludin (penyandang hambatan penglihatan).

“Gunakan bahasa yang jelas saat memberikan informasi kepada penyandang hambatan penglihatan, tambahkan penanda pada pintu masuk pengungsian, serta sediakan akses peta timbul pada lokasi pengungsian”

sebut Pak Ujang saat sesi sharing.

Peserta sangat aktif bertanya selama kegiatan berlangsung, menurut mereka ini adalah salah satu kegiatan yang membekali mereka sebelum nantinya terjun dalam kerja kemanusiaan. RedR Indonesia memaparkan data dari awal tahun sampai 23 Januari 2021 telah terjadi 197 bencana alam di Indonesia. Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) memanjang yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Meskipun rawan bencana, ada langkah-langkah manajemen bencana yang bisa dipersiapkan.

Pada kegiatan ini dipaparkan bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya di tempat-tempat yang rawan terjadinya bencana, termasuk lokasi titik kumpul, dan jalur evakuasi sebagai salah satu bagian dari langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan dalam situasi pra bencana. Seperti halnya memahami prinsip-prinsip kerja kemanusiaan yang akan berguna untuk memberikan panduan bagi siapapun yang akan terlibat dalam kerja-kerja pada saat penanggulangan darurat bencana. Tidak kalah penting adalah layanan kemanusiaan yang imparsial, memperhatikan seluruh komponen masyarakat termasuk disabilitas merupakan isu lintas sektor yang  perlu diperhatikan dalam setiap siklus manajemen bencana. 

Kemanusiaan, netralitas, imparsialitas, dan independensi merupakan prinsip-prinsip panduan utama dibalik kerja-kerja kemanusiaan yang penting dipahami. Pelatihan dan pembekalan dasar ini dapat menjadi bekal bagi pekerja kemanusiaan terutama bagi mereka yang baru akan terjun dalam kerja kemanusiaan. Cek informasi pelatihan inti kerja kemanusiaan selanjutnya melalui https://redr.or.id/events/